Hujan

aku menikmati tetes air menyentuh atap
merdu, seolah-olah mereka sedang bernyanyi
terdiam…kemudian aku melamun
kenapa aku sendiri? apakah aku tidak diterima?

tetes hujan semakin lama semakin terdengar
kali ini mereka terdengar marah
marah pada sesosok manusia yang membenci dirinya

petir menyatakan kemarahannya
dan tetesan itu sudah tidak terdengar lagi
berganti dengan guyuran air

aku tersadar dari lamunanku
dibalik semua ini akan ada hal indah
seperti pelang yang hanya muncul setelah hujan

The art of writing is the art of discovering what you believe. Gustave Flaubert

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s