Malam Pagelaran DN 38 UKM ITB

H+4 setelah pagelaran, agak telat dibandingkan tahun lalu yang ditulis H+1 pagelaran.
Yap, ini adalah pegelaran kedua yang saya ikuti sejak menjadi anggota UKM ITB. Seperti pagelaran sebelumny, kali ini juga menampilkan randai, tari, musik tradisional, musik kreasi, serta drama klasik. Drama pada malam pagelaran kali ini berjudul Siti Palito, yang diangkat dari kisah Siti Manggopoh, seorang pejuang perempuan dari ranah minang. Pengangkatan judul ini karena H+1 pagelaran bertepatan dengan Hari Kartini 21 April.

Selain itu tari yang di tampilkan pada pagelaran kali ini adalah Tari Galombang asambahan, Tari Lenggang Bagurau, Tari Saputangan dan Tari Sarampang 12 yang dijadikan 1 tari yaitu Tari Sarampta 12, Tari Garak Kambang, dan Tari Piriang.

Pagelaran kali ini tergolong istimewa bagi saya pribadi. Kenapa? Karena selain sebagai personil, saya juga diberi kesempatan untuk menjabat sebagai Kasubdiv Konsumsi DN 38. Untuk pertama kalinya menjabat sebagai squad inti sekaligus personil memang berat. Selain harus membagi waktu untuk latihan, saya juga harus belajar untuk bekerja sebagai kepala subdivisi, ditengah badai tugas sebagai Mahasiswa IF.

Mungkin ini terlalu singkat untuk sebuah kisah malam pagelaran, tapi apa boleh buat, sedang tidak ada inspirasi menulis (baca: mengetik).

Tari garak Kambang

Closing

“Cintamu adalah semangat hidupku”
(dari seorang teman)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s