Sebuah surat dari hati

Hai, おげんきですか? Sudah lama ya…5 tahun sejak kita bertemu. Apa kau masih ingat saat itu? Aku masih mengingatnya, meskipun tak sebaik yang kau ingat. Aku sempat tertegun melihatmu saat itu. Kenapa? Aku merasa seperti melihat seseorang yang pernah kulihat. Aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya. ばかだね。。。 🙂 Padahal kita baru bertemu…

Tahukah kamu? Aku sengaja datang ke sekolah pagi-pagi hanya agar aku punya waktu lebih lama bersamamu. Meskipun saat itu kau berada di dalam kelas, sedangkan aku berada di luar, seolah-olah menunggu seseorang. Kuberitahu, orang yang ku tunggu adalah dirimu 🙂 Aku menunggumu keluar dari kelas berharap bisa bercerita banyak denganmu. Kini aku sadar, telah membuang waktuku yang berharga hanya untuk kesalahan itu, kesalahan ketika aku hanya diam saat punya kesempatan.

Beranjak ketika salah satu teman kita bertanya padaku, “Kau menyukainya?”, spontan aku menjawab tidak. Sekali lagi aku membohongi diriku sendiri. semakin lama cerita itu semakin menyebar di kelas kita. Dan akhirnya aku melihat tanggapan darimu melalui akun jejaring sosial. Kita memiliki perasaan yang sama, itulah yang aku simpulkan. Aku tidak tahu apakah itu kenyataan, atau hanya angan-anganku saja.

Kelas 3 SMA, ketika semua disibukkan dengan belajar, ketika semua ditakutkan oleh sesuatu bernama UN. Sepertinya kau mulai menutupi perasaanmu, begitu juga aku. Namun sebenarnya aku hanya menyembunyikannya untuk sesaat, untuk sementara sampai semua ketakutan ini selesai.

Sekarang, aku akan berada di Semester V dunia perkuliahan, kaupun begitu. Artinya sudah 2 tahun kita tidak bersama. Terkahir kali kita bertemu adalah saat lebaran 2 tahun lalu, ketika baru saja memasuki dunia perkuliahan. Sejak saat itu aku benar benar kehilangan (kehilangan? sedikit berlebihan 😛 ). Aku merasa semakin menjauh, dan kaupun sepertinya mulai melupakan perasaanmu (yang kuanggap ada). Sedikit demi sedikit aku tidak lagi merasa kehilangan. Kata orang ‘distance make heart grow fonder’, namun itu tidak sepenuhnya terjadi padaku. Yang kurasakan hanyalah rasa sedih dan terkadang diikuti rasa menyesal.

Saat ini, saat menulis (baca: mengetik) surat ini, aku hanya berharap kau tetap dan hanya menganggapku sebagai teman. Aku akan mulai belajar untuk melupakan perasaan kusimpan 5 tahun belakangan. げんきですよ。。。, semga kau menemukan yang benar-benar kau inginkan…

Best regards,

the one who love you in secret…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s