lembaran yang terbuang #2

Hei, tiba-tiba aku ingin kembali menulis padamu. Alasannya? Enatahlah, sepertinya masih banyak hal yang harus ku curahkan.

Kau tahu, beberapa waktu yang lalu, entah kenapa aku memberanikan diri bertanya siapa orang yang ia sukai. Tentu saja ia tidak mau menjawab. Aku mencoba menerka-nerka siapa orangnya, sampai akhirnya kau bertanya, apakah orang itu aku? Sungguh jawaban yang tidak disangka. Ia menjawab, “iya”. Saat itu semua perasaanku bercampur aduk. Senang, sedih, takut, ragu, terkejut. Untuk beberapa saat, aku terdiam. Aku tidak tahu harus berkata apa. Sampai akhirnya ia balik bertanya tentang yang kurasakan padanya. Akupun mengungkapkannya, yang kurasakan, semuanya.

Itu adalah pertama kalinya seseorang menyatakan bahwa ia menyukaiku. Meskipun sebelumnya aku juga pernah melihat ‘pertanda’ seperti itu, ia adalah yang pertama berbicara langsung. Dan untuk pertama kali pula aku menyatakan yang kurasakan pada seorang gadis. Bodoh ya… πŸ™‚

Sekarang aku tahu yang ia rasakan, dan ia pun tahu yang ku rasakan, dan hari-hari pun berjalan seperti biasa. Satu minggu yang lalu aku bertemu dengannya, dan aku tidak tahu apakah masih ada kesempatan untuk kembali bertemu dan berbicara seperti itu, seakrab biasa.

Sepertinya cukup untuk sekarang. Jika ada waktu, aku akan menyapamu kembali. Dan mungkin akan ada hal-hal yang sebenarnya aneh untuk kuceritakan padamu.

P.S. Jangan lupakan pesanku di lembaran sebelumnya πŸ™‚

 

~ the one who (ever) love you in secret… ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s