Kembali itu sulit

Selamat sore Pembaca, apa kabar?

Terakhir kali lembaran ini terisi dengan beberapa baris frasa yang mungkin tidak ada arti. Beberapa diantara kalian mungkin melihat ini aneh. Karena ada yang tertarik dengan kata-kata yang menarik seperti yang tertuang jauh sebelumnya. Namun tentunya keindahan yang sama tidak lagi terlihat — setidaknya aku masih mencoba membuatnya — dalam beberapa waktu terakhir.

Perlu ku akui memang aku seperti sudah kehilangan — kata seorang sahabat — “my super power” yang biasanya digunakan dalam menulis. Padahal menulis bagiku merupakan hal yang menyenangkan, apalagi ketika ada perasaan yang sedang meluap. Namun belakangan tidak ada lagi perasaan itu, mereka hanya terlihat datar, seperti air di permukaan tanpa gesekan (katanya).

Yah, sejauh ini aku mencoba untuk kembali ke kehidupan lama. Sulit, teramat. Kata mereka, membaca akan membantumu menulis, tidak buruk untuk dicoba kembali. Semoga saja tulisan ratusan halaman itu dapat mengembalikan “my super power” itu.

 

There is no greater agony than bearing an untold story inside you.
~ Maya Angelou, I Know Why the Caged Bird Sings

 

Daily Prompt: On the Edge

Advertisements

4 thoughts on “Kembali itu sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s