Hoshi no Koe: Voices of a Distant Star (review)

Voices of a Distant StarVoices of a Distant Star by Makoto Shinkai
My rating: 4 of 5 stars

Sebuah kisah antara dua teman akrab, Noboru dan Mikako, yang terpisah tahunan cahaya jauhnya. Kisah ketika saling berkirim pesan dan harus bersabar sekian tahun lamanya agar pesan tersebut dapat diterima, dan menunggu sekian tahun lagi untuk menerima balasan. Cerita yang mungkin akan dipahami mereka yang hanya bisa berbicara melalui SMS.
Karya Makoto Shinkai yang terkenal dengan ceritanya yang mempermainkan hati dan perasaan pembacanya. Sedikit berbeda dengan versi anime 25 menit yang rilis tahun 2002. Tapi bagi mereka yang memiliki hobi membaca, tentunya akan menemukan kesan (kesedihan) tersendiri ketika mengikuti tulisan Makoto Shinkai ini melalui versi yang berbeda.

Begini, sampai saat ini pun, aku masih sangat, sangat, sangat menyukaimu.
~ Mikako, September 2047 – Sirius

View all my reviews

Advertisements

Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat kertas Terbang (review)

Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas TerbangGadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang by Gina Gabrielle
My rating: 5 of 5 stars

Sebuah kisah cinta yang ditulis dengan cara yang tidak biasa.
Berawal dari seorang pemuda yang membekukan Hatinya di Lembah Es. Kemudian perjalanan berlanjut bersama burung kecil yang suka merapikan dasinya yang tidak miring. Juga tentang seorang gadis yang menenun Mimpi dari Benang Perasaan.

Temanku yang baik, sebenarnya di dalam setiap manusia ada semacam cahaya. Cahaya itu berbeda-beda kadarnya, tergantung anugerah dan bagaimana cahaya itu diasah. (hlm. 56)

Manusia Bintang adalah mereka yang terlahir dalam keadaan bersinar seperti bintang. Meskipun terkadang mereka memiliki Bayangan Jiwa yang mungkin sama sekali berbeda, seperti seorang pangeran dari sebuah negeri kecil.

Dayahati akan melingkupi Hati yang terluka itu agar tidak sampai hancur, sambil kemudian mementuk sebuah Bayangan Jiwa untuk meminta tolong kepada siapa saja yang bisa melihatnya. (hlm. 62)

Di sisi lain, Kol. Ibri dan Kura-Kura Pengelana bersembunyi dibalik rerumputan menatap seorang pangeran muda yang baru saja ditinggalkan oleh ibunya. Seuntai kalung perak dengan liontin tikus diserahkan kepada dayang kecil yang sedang merindukan rumahnya.

Tikus pun bisa menjadi harimau saat bertemu dengan orang yang tepat. (hlm. 75)

Novel ini akan membawa Pembaca tenggelam dalam cerita. Mungkin sebagian Pembaca akan merasakan bagaimana rasanya berada di Lembah Es, Negeri Bawah Danau, ataupun Kastil Masa Lalu.
Sangat cocok bagi mereka yang merasa cukup dewasa untuk membaca sebuah dongeng, untuk Pembaca yang tidak takut bermimpi.

Jadi bermimpilah sebentar,
walau harapan mulai pudar.
Walau jiwamu itu telaga,
hitam bagai kelam jelaga.

View all my reviews