Malaikat yang Tidak Terbang

Apa yang terbayang oleh pembaca ketika membaca judul tersebut? Seorang utusan Tuhan yang kehilangan sayapnya seperti di kebanyakan novel? Atau seorang wanita cantik idaman anda layaknya seorang bidadari surga?? 🙂

Anda salah besar jika begitu. Malaikat yang dimaksud di sini adalah seekor hewan. Ia bernama Squatina japonica, atau lebih dikenal sebagai Japanese Angelshark (Hiu Malaikat Jepang :P). Ikan ini terlihat seperti seekor pari dengan bagian belakang sekeor hiu.

800px-Squatina_japonica3 Continue reading

Advertisements

Mitsukurina owstoni, Hantu Perairan Jepang

Mitsukurina owstoni merupakan salah satu spesies hiu yang sempat disinyalir telah punah. Pertama kali ditemkuan di perairan laut Jepang pada tahun 1897. Hiu ini dapat hidup pada kedalaman 30 – 1300 m, namun biasa ditemukan pada kedalaman 270-960 m. Kenapa disebut “hantu”? Hiu ini dinamakan Hiu Goblin karena bentuk mengerikan yang dimilikinya.

goblin shark4

Gigi hiu ini mencuat keluar, memberikan kesan seperti zombie. Ditambah lagi bagian tonjolan diatas hidung yang memanjang. Selain itu kulit hiu goblin berwarna pink, berbedadengan hiu lain yang umumnya berwarna abu-abu atau putih. Warna pink ini disebabkan oleh kulitnya yang tipis sehingga warna dari pembuluh darahnya terlihat.

Hiu goblin merupakan satu-satunya spesies dari keluarga Mitsukurinidae yang masih ada. Hiu goblin dapat berukuran 2.4-3.1 meter untuk hiu jantan dan hiu betina 3.1-3.5 meter, meskipun hiu ini pernah ditemukan dengan ukuran sepanjang 6.2 meter. Hiu ini memiliki penampilan yanng berbeda dengan hiu lain pada bagian sirip. Sirip hiu goblin tidaklah memiliki ujung runcing seperti hiu pada umumnya. Namun hiu sirip hiu goblin berujun bulat, dan sirip pada dada dan perut dengan ukuran yang lebih kecil.

Berikut video tentang hiu goblin:

dari berbagai sumber

Penjelasan Ilmiah Fenomena Air Mata Darah, Batu, Kerikil, Kristal, dan Serangga

Air yang menutupi mata manusia terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terdalam adalah lapisan lendir bernama ocular mucus. Gel mucus ini menyelimuti permukaan epitel mata untuk melindungi mata terhadap cidera fisik maupun enzimatis, sama seperti lendir lain di organ tubuh lainnya di tubuh kita.

Penyusun utama lendir ini adalah glikoprotein lendir, protein tipe plasma dan non-plasma, lemak, dan mungkin glikosaminoglikan.

Glikoprotein lendir (mucin) menyumbang besar pada sifat fisikokimia lendir. Telah ada sekitar 15 protein dalam sekresi lendir pada organ tubuh lainnya telah ditemukan, yang umumnya adalah albumin, IgA, IgG, laktoferin, dan lisozim, yang juga berperan penting pada fungsi protektif lendir tersebut.

Lapisan kedua adalah lapisan berair dan lapisan terluar adalah lapisan lemak yang disebut meibum. Sekresi berminyak meibum dibuat oleh kelenjar meibomian, sekelompok sel kecil berbentuk anggur yang berbaris di pinggir kelopak mata atas dan bawah kita, tepat di balik bulu mata.

Produksi berlebih air di mata menghasilkan air mata. Peristiwa yang sadar kita sebut menangis, sementara keluarnya air mata secara tidak sadar dapat bertanda penyakit tertentu.

Air Mata Darah
Air mata darah adalah fenomena lumrah dari sudut pandang medis. Ia disebabkan oleh blepharitis kronis yaitu pendarahan di kelopak mata. Darah yang keluar dari kelopak mata bercampur dengan air mata yang bening sehingga menjadi air mata darah.

Efek air mata darah dapat lebih dramatis jika penderita blepharitis kronis juga menderita keratoconjunctivitis sicca yaitu mata kering. Penderita keratoconjunctivitis sicca memiliki air mata yang begitu cepat menguap karena rendahnya kandungan protein tertentu di ocular mucus. Jika seperti ini, air mata dapat digantikan darah yang keluar akibat blepharitis kronis.

Air Mata Batu dan Kerikil
Protein yang ada di air mata sangat heterogen, setidaknya ada 60 komponen protein. Belum diketahui apakah ada komponen yang bisa mengeras dan menjadi mirip batu atau kerikil ketika keluar dari mata. Terlebih lagi, mata dapat mengeluarkan cairan berlebih ketika terkena zat keras, yang kita sebut kelilipan.

Mungkin reaksi antara lapisan meibum atau mucus dengan zat keras ini membuat efek mirip batu atau kerikil, mirip seperti kotoran yang mengeras pada hidung Anda.

Air Mata Susu
Karena ada 60 komponen protein di air mata, kemungkinan ada komponen protein yang mirip susu dan mengakibatkan air mata berwarna putih mirip susu. Sebagai contoh, penderita catarrhal conjunctivis memproduksi serum albumin dan transferrin berlebih di air matanya. Kedua protein ini berwarna mirip susu.

Air Mata Kristal
Adanya kristal di air mata bukanlah hal baru. Hal ini telah dipelajari setidaknya pada tahun 1981. Air mata manusia memiliki dua tipe protein, yaitu tipe protein biasa dan tipe protein Charcot-Leyden yang berbentuk kristal.

Orang yang mengeluarkan air mata yang mengandung kristal disebabkan oleh penyakit vernal keratoconjunctivitis.

Dalam penderita penyakit ini, protein kristal terbentuk secara berlebih dibandingkan penderita penyakit lainnya atau manusia sehat. Semakin banyaknya protein kristal, semakin parah penyakitnya.

Air Mata Serangga
Serangga adalah objek luar. Ia lebih mirip kelilipan. Pernyataan kalau mata mengeluarkan serangga kemungkinan besar adalah karena kelilipan.

Kesimpulannya, fenomena unik pada air mata manusia telah lama dikaji lewat bidang Opthalmologi. Dan hal ini bukanlah menjadi misteri ilmiah.

Gerahan Bulan Terakhir di 2011

Malam minggu nanti, Sabtu (10/12/2011), langit malam di Indonesia akan dihiasi oleh gerhana Bulan. Gerhana ini cukup istimewa sebab menjadi Gerhana Bulan Total terakhir pada tahun 2011.

Astronom Ma’rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011) lalu, mengatakan, “Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra.”

Namun, Ma’rufin menjelaskan bahwa tahap awal gerhana akan sulit dilihat secara kasat mata. Gerhana baru bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB, saat bulan bersentuhan dengan umbra.

“Totalitas, yakni tertutupinya cakram Bulan secara sepenuhnya oleh umbra, terjadi pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32,” tutur Ma’rufin.

Saat totalitas terjadi, jangan dikira Bulan akan lenyap. Bulan akan “berdarah”, berwarna kemerahan seperti yang sering diperlihatkan dalam film tentang manusia serigala.

Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan tanpa alat dan pelindung. Karena terjadi tak terlalu malam, maka gerhana Bulan kali ini pas dinikmati sambil minum kopi atau bercengkerama bersama teman.

Jangan lupa, Anda pun bisa menyiapkan kamera DSLR untuk mengabadikan momen gerhana ini. Membuat serangkaian foto gerhana dari tahap awal hingga akhir patut dicoba.

Ada yang unik dari gerhana kali ini. Saat totalitas terjadi, Bulan akan tampak berada di depan Bimasakti. Jadi, jika dilihat, di belakang Bulan berdarah akan tampak kabut tipis.

Bimasakti adalah galaksi tempat Bumi bernaung. Ma’rufin mengatakan, Bimasakti juga “monster” yang telah menelan galaksi-galaksi kecil lain serta merupakan salah satu galaksi tertua di semesta.

Bulan berdarah juga akan memiliki beberapa pendamping malam Minggu nanti. Salah satunya Jupiter yang sejak beberapa waktu lalu terus-menerus tampak dan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Selain itu, bintang Sirus yang menjadi bintang paling terang setelah Matahari juga akan terlihat. Ada juga gugus tujuh bintang bersaudara atau Pleiades. Galaksi Awan Magellan Kecil dan Besar juga akan terlihat.

Semua benda langit yang terlihat saat gerhana menjanjikan pemandangan yang menarik pada malam Minggu nanti. Tetapi, semua bisa lenyap tak terlihat bila langit berawan dan hujan. Jadi, berdoa saja hal itu tak terjadi.

Gerhana kali ini bisa dilihat oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Indonesia juga beruntung karena berpeluang menyaksikan seluruh tahap gerhana. Amerika Selatan, Afrika barat, dan seluruh wilayah Atlantik tak bisa menikmati gerhana ini.

Gerhana Bulan Total terjadi saat Bumi, Matahari, dan Bulan berada di satu garis lurus. Bulan akan ada di umbra (bayang-bayang inti) dan penumbra (tambahan) Bumi. Gerhana Bulan Total adalah salah satu fenomena alam yang telah dinikmati selama ribuan tahun, yang diterjemahkan menjadi makna yang berbeda di setiap kebudayaan.

Sumber